Taufik: “Warga desa Pungkat bukan penjahat.”

 

 

korlap aksi

 

PEKANBARU. JUMAT 29 Agustus 2014 – Puluhan massa yang menamakan diri Masyarakat Pedului Desa Pungkat, lakukan aksi di depan kantor Polda Riau. Ini tindak lanjut dari kasus penyerbuan Brimob secara brutal pada 6 Agustus 2014 ke Desa Pungkat yang menahan 21 warga akibab pembakaran alat berat PT Setia Agrindo Lestar (PT SAL) di Indragiri Hilir.

pungkat

Mereka mengawali aksi berjalan kaki dari Pustaka Wilayah melewati kantor Gubernur dan berhenti di bundaran Tugu Zapin lakukan orasi sebelum menuju kantor polda Riau.

copot kaplres

Saat aksi di bundaran Tugu Zapin suasana arus kendaraan mulai mengalami kemacetan akibat massa memblokade jalan. Dalam aksinya mereka menyampaikan ke pengendara jalan, bahwa terjadi premanisme oleh Brimob terhadap warga Desa Pungkat, “Mereka menangkap warga tanpa prosedur yang jelas dan secara brutal masuk ke dalam rumah warga,” Indra Gunawan dari Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMI).

orasi tugu zapin

Dari bundaran Tugu Zapin mereka berjalan menuju Kantor Polda Riau, di sana mereka menyampaikan aksi secara bergantian, “Seharusnya Polisi memberikan rasa aman terhadap warga desa Pungkat, tetapi kalian membuat kekacauan di tempat kami,” Indra. “Kalian boneka penguasa yang bisa dimainkan.”

aksi jalan1

Taufik Koordinator aksi kecam tindakan Brimob yang menodongkan senjata kepada warga, “Warga desa Pungkat bukan penjahat, dan tidak seharusnya todong pakai senjata,” ujar Taufik. Tarmizi dari Fitra Riau juga meminta Polda untuk memecat Kapolres Tembilahan karena bersalah memerintahkan anggotanya melakukan penangkapan dengan cara melawan hukum, “Brimob tidak bisa menangkap warga itu saja sudah melawan hukum,” Kata Tarmizi

aksi dumai1

Sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kejadian di desa Pungkat, massa memberikan boneka dan tuntutan sebagai simbol para penegak hukum mudah digunakan oleh penguasa yang merugikan masyarakat.

Massa meninggalkan Kantor Polda Riau menuju gedung Surya Dumai Grup, di sana mereka memasang atribut aksi poster dan spanduk di pagar. Dan mereka membubarkan diri dengan tertib tanpa pengawalan polisi.#rct-ahlul